Kawasan Maimun, di Kecamatan Medan Maimun, Sumatera Utara, dikenal sebagai kawasan bersejarah yang memiliki potensi wisata budaya bernilai tinggi. Sejak ditetapkan sebagai satu di antara 33 cagar budaya yang perlu dilestarikan oleh surat keputusan Wali Kota Medan Nomor: 433/29.K. tahun 2023, kawasan ini pun semakin diposisikan menjadi pusat penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, yang selaras dengan pembangunan infrastruktur, khususnya kebutuhan pariwisata skala internasional
Destinasi wisata Kawasan Maimun sangat penting untuk dipromosikan secara kontinyu. Hal inilah yang mendorong Tim riset dasar dari Desain Komunikasi Visual, Universitas Indraprasta PGRI, melalui skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) ikut memberikan solusi inovatif berupa desain model promosi wisata cagar budaya yang berbasis teknologi Virtual Reality dan multimedia grafis, yaitu Website Virtual Tour. Penelitian ini berhasil lolos seleksi dan memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DPPM DIKTISAINTEK), termasuk dukungan fasilitasi dari Lembaga Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRPM) Universitas Indraprasta PGRI.
Tim Riset PFR Bersama Sultan Deli ke-14, Tuanku Aji, di Istana Maimun
Pada awal Juni 2025 Tim Riset PFR DKV, yang diketuai oleh Dr. Winny Gunarti Widya Wardani, M.Ds., dengan anggota tim Syahid, M.Pd., Rezha Destiadi, S. Sn., M.Ds., dan Dra. Rina Wahyu Winarni, M. Si., telah melakukan riset pendahuluan tentang Kawasan Maimun melalui studi literatur dan survei. Penelitian ini merupakan penelitian multitahun dengan target luaran berupa model promosi wisata berbentuk website virtual tour dan luaran-luaran di jurnal internasional. Pada tahun pertama penelitian, perjalanan observasi dibagi menjadi dua tahap.
Pada tahap pertama, pengumpulan data-data di lapangan dilaksanakan pada 1-3 Agustus 2025. Tim Peneliti melakukan serangkaian kunjungan ke empat ikon wisata Kawasan Maimun, yaitu Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, Taman Sri Deli, dan Tjong A Fie Mansion, serta melakukan studi wawasan ke Media Art Gallery Immersify, Kuala Lumpur untuk lebih mengenal prinsip-prinsip penerapan Virtual Reality.
Istana Maimun merupakan Istana Kesultanan Deli yang dibangun pada tahun 1988 oleh Sultan Deli, Makmum Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Bangunan Istana Maimun merupakan perpaduan arsitektur Melayu Islam dan unsur-unsur Eropa. Dalam kunjungan ke ikon wisata Istana Maimun ini, Tim Peneliti berkesempatan mendokumentasikan sisa bangunan Kerajaan Deli, dan bertemu langsung dengan Sultan Deli ke-14, yaitu Tuanku Aji, yang bernama lengkap Seri Paduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alamsyah. Perbincangan singkat bersama Sultan Deli ke-14 ini memberi wawasan kepada Tim Peneliti tentang permasalahan cagar budaya dan kegiatan rutin yang masih diselenggarakan di Istana Maimum.
Tim Riset PFR Observasi di Istana Maimun, Tjong A. Fie Mansion, dan Masjid Raya Al-Mashun
Istana Maimun memiliki luas sekitar 2.772 meter persegi, dengan bentuk bangunan terdiri dari dua lantai, dengan tiga bagian utama yang berfungsi sebagai bangunan induk, kemudian bagian sayap kiri, dan bagian sayap kanan. Secara keseluruhan, bangunan memiliki 30 ruangan dengan fungsinya masing-masing. Bangunan induk yang juga menjadi ruang singgasana, saat ini masih dimanfaatkan sebagai ruang UMKM, yang menjual berbagai kerajinan souvenir khas Sumatera. Setiap hari Jumat, Istana Maimun menggelar pengajian rutin, dan pada hari-hari tertentu juga mengadakan aneka kegiatan masyarakat di lapangan Istana Maimun.
Selanjutnya, Tim Peneliti juga mengunjungi ikon wisata religi Masjid Raya Al-Mashun, yaitu bangunan masjid tertua seluas 13.200 meter persegi di kota Medan. Masjid ini berada di komplek Istana Maimun, dan dibangun pada tahun 1906-1909 dengan gaya arsitektur Timur Tengah, India, dan Spanyol dari abad ke-18. Tim peneliti membuat dokumentasi captured 360 derajat untuk eksterior maupun interior bangunan yang banyak dipenuhi ragam motif kaca patri bernuansa Timur Tengah, dengan lantai-lantai marmer berukuran besar bergaya Italia. Pada hari kunjungan itu, bertepatan dengan sholat Jumat, sehingga masjid dipenuhi oleh masyarakat dari berbagai daerah, yang memang selalu rutin sholat berjamaah di sana.
Selesai dengan observasi destinasi wisata spriritual, Tim Peneliti kemudian menyeberang ke ikon wisata Taman Sri Deli, yang letaknya berseberangan dengan lokasi masjid. Taman Sri Deli adalah sebuah taman bersejarah yang digagas oleh Sultan Deli ke-10, Amaludin Sani Perkasa Alamsyah sekitar tahun 1920-an. Taman seluas sekitar sekitar 14.884 meter persegi ini dibangun dengan gaya arsitektur Turki, India dan Mesir. Dahulunya, taman ini menjadi tempat berkumpulnya para sultan. Meski kondisi taman terlihat tidak terlalu terawat, namun jejak arsitektur akulturasi masih terasa menonjol, terutama melalui pilar-pilar taman yang masih berdiri kokoh. Suasana rindang di sekitar taman yang dipenuhi berbagai pohon besar peneduh, membuat masyarakat masih senang duduk-duduk di area taman, untuk sekadar berbincang, beristirahat, atau mengerjakan aktivitas lain seperti berolah raga.
Tim Riset PFR Observasi di Taman Sri Deli dan Media Art Gallery-Immersify, Kuala Lumpur
Menjelang sore, Tim Peneliti melanjutkan observasi ke Museum Tjong A. Fie, atau dikenal dengan sebutan Tjong A. Fie Mansion. Bangunan ini merupakan museum pusaka, bekas rumah tokoh pedagang Hakka yang memiliki banyak tanah perkebunan di Medan. Rumah Tjong A Fie dibangun pada tahun 1895 dan berdiri pada tahun 1900. Rumah seluas 8.000 meter persegi ini dibangun dengan gaya arsitektur Cina dan Belanda, memiliki dua lantai, dan pembagian ruangan sebanyak 35 kamar. Hampir di setiap ruangan terdapat koleksi artefak serta arsip yang jika dijumlahkan mencapai ratusan. Saat Tim Peneliti tiba di sana, cukup banyak kunjungan dari wisatawan asing yang datang berombongan untuk mengenal lebih jauh tokoh Tjong A. Fie.
Di hari yang sama, Tim Peneliti juga bertemu dengan narasumber, Rama Prameswara Ritonga, S,T,. M.Kom., seorang dosen Teknologi Rekayasa Multimedia grafis, dari Jurusan Teknik Komputer & Informatika dari Politeknik Negeri Medan. Berdasarkan hasil diskusi Tim Peneliti dengan narasumber, disimpulkan bahwa Kawasan Maimun memerlukan strategi media promosi yang efektif untuk dapat mengembangkan potensi wisata kota Medan. Untuk itu, penciptaan model promosi wisata berbasis Virtual Reality (VR) perlu dirumuskan kembali dari segi bentuknya yang dianggap efektif untuk target sasaran.
Tim Riset PFR Bertemu Narasumber dan Mengikuti Konferensi Internasional
Pada tanggal 2 Agustus 2025, Tim Peneliti melanjutkan observasi ke Media Art Gallery Immersify, Kuala Lumpur. Di museum ini, Tim Peneliti dapat merasakan langsung pengalaman imersif melalui pameran di ruang-ruang museum, lengkap dengan berbagai visualisasi panorama. Ruang-ruang museum tersebut merupakan ruang kosong bernuansa gelap, yang dibagi menjadi beberapa narasi tentang pengalaman imersif di dunia laut, hutan, taman bunga, rumah karya para seniman dunia, maupun bentuk-bentuk 3D lainnya. Di Museum Immersify ini, Tim Peneliti memperoleh wawasan baru tentang pengalaman imersif.
Tahap kedua observasi dilaksanakan pada pertengahan September 2025. Tim Peneliti melakukan desiminasi tentang hasil survei pendahuluan ke The 7th International Conference on Innovation in Education, Science and Culture (ICIESC) 2025 pada 16 September 2025, di Medan untuk mendapatkan masukan dari peserta konferensi. Selain itu, Tim Peneliti juga mengunjungi Pusat Literasi Sejarah di E-Deposit Disperpusip Provsu (Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara) yang juga termasuk dalam bangunan cagar budaya, untuk memperoleh data-data tambahan tentang sejarah perpustakaan tersebut.
Penelitian ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh gambaran tentang Kawasan Maimun, dan terdorong untuk ikut mengapresiasi warisan budaya bangsa. Penelitian ini juga sejalan dengan misi dari Asta Cita Prabowo-Gibran, khususnya mendorong kemandirian bangsa melalui penciptaan produk ekonomi kreatif, sebagai pengembangan bidang industri kreatif.
Keren Bu, sangat menginspirasi sukses selalu Bu Rina dan rekan-rekan
Alhamdulillah, penelitiannya mantab, sukses terus untuk tim riset Unindra
Sukses dan lancar terus Tim DKV Unindra
Penelitian ini berguna untuk informasi generasi di masa depan’
Penelitian yang sangat bagus dan kreatif dengan luaran penciptaan model promosi wisata berbasis Virtual Reality (VR) sangat membantu masyarakat luas agar memdapatkan gambaran tentang kawasan Maimun dan ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya bangsa. Gak sabar mau lihat hasil penciptaannya. Tim yang sangat menginspiratif.
keren banget pak bu dosen UINDRA
Mantappp… Semoga penelitian ini bisa memberi motivasi untuk tekan dosen yg lain agar semangat dalam menjalankan tridarma terutama dibidang penelitian. Terutama saya… 🙂
Semoga dilancarkan ya…
Semoga media promosinya dapat di nikmati semua khalayak baik nasional maupun international.
Wuihhh, jadi tahu klo istana ga cuma merdeka doang
Penelitian ini menggeser paradigma kebudayaan dari sekadar benda warisan menjadi ruang pengetahuan yang dapat dialami ulang; dengan begitu, desain tidak lagi sekadar merepresentasikan dunia, melainkan turut meng-ada-kan kembali makna-makna budaya di ranah digital. Selamat dan Semangat selalu Bapak/Ibu.
Semoga penelitian yang dilakukan dapat memberikan kemudahan untuk seluruh masyarakat menjadi lebih peduli dan menjaga cagar budaya.
Menarik, dan sangat informatif, kereenn nyaman dibaca tidak membuat kita skip ditengah bacaan
Selamat tim abdimas DKV Unindra, semoga semakin menebar manfaat dan menjadi inspirasi
Sangat menarik banyak yang bisa dieksplorasi, disana juga ada museum sawit yang sudah immersive, dan menjadi daya tarik wisata juga. sukses selalu tim riset
Selamat tim Abdimas DKV Unindra, Penelitian yang menarik dengan meningkatkan promosi pariwisata bukan hanya situs budaya yang di promosikan tapi juga dapat mengembangkan perekonomian masyarakat dan daerah tersebut.
Sangat menginspirasi konsepnya.
Penelitian yang sangat menarik dan bermanfaat untuk khalayak banyak. Semoga menjadi penyambung untuk peneliti” selanjutnya, semangat dan terus menginspirasi tim Abdimas DKV Unindra
Selamat untuk tim riset DKV Unindra, semoga sukses selalu.
Keren sekali tim abdimas Unindra! Menambah ilmu baru dan motivasi untuk saya dan rekan-rekan lainnya
keren bu, semoga sehat selalu
Selamat kepada Tim Peneliti. Sukses selalu DKV Unindra!