Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) menjadi salah satu mitra perguruan tinggi dalam pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Tanggap Darurat Bencana bertajuk “Penanganan dan Pemulihan Cepat Bencana Banjir di Wilayah Sumatera Barat dengan Pendekatan Multidisiplin dan Aplikasi Teknologi Tepat Guna.” Program ini dilaksanakan sejak 23 hingga 31 Desember 2025, dengan Kota Padang sebagai basis utama kegiatan lapangan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kolaborasi lintas institusi yang melibatkan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Andalas (UNAND), dan Universitas Negeri Padang (UNP), serta didukung oleh mitra akademik dan komunitas dari berbagai daerah. Program ini dirancang untuk merespons dampak bencana banjir bandang di Sumatera Barat melalui pendekatan multidisiplin, mencakup aspek teknologi, kesehatan, pendidikan, dan layanan psikososial.
Dalam kolaborasi ini, Universitas Indraprasta PGRI berkontribusi melalui keilmuan desain dan riset psikososial. Kolaborator dari Unindra, Nurmalita Zahra, S.Ds., M.Ds. berperan dalam perancangan media terapi psikososial berjudul Bayang-Bayang, yang menjadi salah satu komponen penting dalam Therapy Kit yang digunakan oleh relawan di lapangan. Proses perwujudan Bayang-Bayang sebagai produk didukung oleh Vistalab Mediakreasi dalam pengembangan visual, produksi, dan penyempurnaan media, serta oleh ITB Press dalam proses penerbitan dan distribusi sehingga media ini dapat digunakan secara luas dan berkelanjutan.
Bayang-Bayang merupakan media Kartu Emosi yang dikembangkan berbasis visual dan interaksi, dan berfungsi sebagai sarana ice breaking dalam proses pendampingan psikososial. Media ini dirancang untuk membantu penyintas bencana—khususnya anak-anak dan individu yang mengalami kesulitan verbal—dalam mengungkapkan emosi, perasaan, serta pengalaman traumatis pascabencana secara lebih aman dan terarah.
Media Kartu Emosi Bayang-Bayang sendiri merupakan karya riset tesis Nurmalita Zahra, S.Ds., M.Ds. yang kemudian dikembangkan dan diadaptasi dalam konteks kebencanaan sebagai bagian dari inovasi media terapi psikososial. Dalam implementasinya, Bayang-Bayang digunakan oleh fasilitator dan relawan sebagai alat bantu komunikasi awal untuk membangun rasa aman, membuka dialog emosional, serta memetakan kondisi psikologis penyintas.
Nurmalita Zahra menjelaskan bahwa pendekatan visual dan proyektif menjadi kekuatan utama media ini.
“Bayang-Bayang adalah media proyektif berbasis visual dan interaktif yang mampu membantu individu yang mengalami kesulitan verbal dalam mengekspresikan emosi. Khususnya dalam konteks bencana ini, media ini ditujukan bagi para penyintas banjir bandang di Sumatera Barat,” jelasnya.
Sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, media Bayang-Bayang turut didistribusikan oleh tim Penanganan dan Pemulihan Cepat Bencana Banjir di Wilayah Sumatera Barat kepada berbagai mitra perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas masyarakat di sekitar Kota Padang. Mitra-mitra tersebut merupakan pihak yang memiliki tim relawan aktif dalam memberikan layanan terapi psikososial bagi para penyintas bencana banjir bandang.
Keterlibatan Universitas Indraprasta PGRI dalam program ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menjembatani riset akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat, khususnya dalam situasi tanggap darurat bencana. Kontribusi melalui media terapi Bayang-Bayang menjadi contoh konkret bagaimana hasil penelitian dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung pemulihan psikososial penyintas dan memperkuat kapasitas relawan di lapangan.
Melalui kolaborasi lintas kampus ini, Unindra terus mendorong pengembangan keilmuan yang berorientasi pada pengabdian, kemanusiaan, dan kebermanfaatan sosial, sejalan dengan nilai Tridarma Perguruan Tinggi.

Komentar Terbaru