Pemerintah Daerah Kota Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi (Bapperinda) serta Dinas Perumahan dan Pemukiman pada Selasa, 21 April 2026 melaksanakan Rapat Koordinasi Peluang Kolaborasi dan Inovasi Peningkatan Penataan Pemukiman Kumuh di Kota Bogor. Tujuan pelaksanaan rapat koordinasi dimaksudkan untuk membangun kolaborasi dan sinergi dalam penataan permukiman kumuh antara Pemerintah Kota Bogor dengan Perguruan Tinggi yang ada di Bogor, tidak terkecuali Universitas Indraprasta PGRI sebagai satu-satunya kampus yang berada di luar kota Bogor. Dalam rapat tersebut diundang perwakilan dari Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Nusa Bangsa, Universitas Bina Sarana Informatika dan IBI Kesatuan. Rapat juga dihadiri jajaran pimpinan dari Bapperinda dan dinas-dinas terkait yang dipandang perlu untuk membangun koordinasi berkaitan program pemukiman kumuh dimaksud.
Oleh ibu Irma Arlini Dewi, S.T.P., M.Sc., selaku Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah yang dalam hal mewakili Kepala Badan Perencanaan Pembangungan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Bogor Bapak Rudy Mashudi, ST., MP., dalam sambutan pembukaan rapat menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi dari Perguruan Tinggi dalam program penataan permukiman kumuh yang menjadi salah satu program utama pemerintah daerah kota Bogor di tahun 2026 ini. Pada kesempatan ini ibu Irma A.D. juga mengucapakan terima kasih dan apresiasinya kepada Universitas Indraprasta PGRI sebabagai PT yang telah banyak berkontribusi dan berpartisipasi sejak Agustus 2024 dalam program Peningkatan Penataan Permukiman Kumuh di Disperumkim. Program ini yang lebih dikenal nama GEROBAK SAE PISAN (Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Pemukiman Indah Sehat Aman Nyaman).
Pada rapat ini juga dipaparkan oleh ibu Rr Mutiara Adhi Sarasati, perwakilan dari Dispemrumkim, yang menjelaskan tentang program peningkatan penataan kampung kumuh di tahun 2026 ini. Pada tahun ini sasaran kerja program Gerobak Sae Pisan ditujukan ketiga kelurahan yaitu, Sukasari, Pamoyanan dan Katu Lampa. Berdasarkan data deskripsi tim awal, permasalahan besar berdasarkan tujuh indicator yang menjadi dasar kerja Disperumkim dalam obyek tugas dan kewenanganya, adalah berkaitan dengan permasalah permikiman, khususnya solusi tentang pengelolaan sampah. Adapun untuk aspek-aspek lainnya yang cukup penting adalah bagaimana mengubah wajah kumuh menjadi tidak kumuh berdasarkan kesadaran masyarakat atas perubahan nilai dari tujuh indicator di atas.
Diharapkan dengan kolaborasi dan sinergi dari perguruan tinggi dapat memberikan masukannya dalam bentuk kegiatan riset, pengabdian kepada masyarakat maupun praktek KKN yang melibatkan Dosen dan Mahasiswa berdasarkan kompetensi yang bias dibagi. Rapat koordinasi diakhiri dengan masukan, usulan dan pernyataan program kegiatan nyata dari masing-masing PT yang hadir. Dari perwakilan Unindra yang diwakili Dr. Tjipto Djuhartono pada prinsipnya konsisten menjalin kesinambungan kerjasama peningkatan penataan kampung kumuh.

Komentar Terbaru