Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mendorong pemanfaatan potensi lingkungan Pondok Pesantren Daarul Muqimien, Kabupaten Tangerang, melalui pengembangan budidaya ikan gurame dan pemanfaatan limbah organik.

Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Pakan Alternatif Budidaya Gurame dan Pupuk Tanaman di Lingkungan Pesantren Daarul Muqimien” ini mengintegrasikan kegiatan perikanan, pengelolaan limbah organik, dan budidaya tanaman sebagai upaya mendukung kemandirian pangan di lingkungan pesantren.

Tim pelaksana terdiri atas Ahmad Jahrudin sebagai ketua, dengan anggota dosen Nur Amega Setiawati dan Shafa Noer, serta mahasiswa Rahmat Malikul Saleh, Farah Diena, dan Laras Ayu Setiawati.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pengetahuan dan praktik mengenai budidaya gurame, meliputi persiapan dan pemeliharaan kolam, pemeliharaan benih, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, pencegahan penyakit, hingga analisis finansial usaha. Peserta juga diperkenalkan pada berbagai sumber pakan alternatif yang dapat diperoleh dari lingkungan sekitar, antara lain daun sente, daun talas, daun singkong, azolla, bayam, kangkung, eceng gondok, sawi, buah-buahan lokal, dan daun pepaya.

Pemanfaatan bahan organik tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi limbah sekaligus mengenalkan pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal. Selain untuk mendukung pakan alternatif, limbah organik juga dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) dan kompos yang selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung budidaya tanaman seperti cabai, semangka, dan melon.

Salah satu hasil yang membanggakan dari kegiatan ini adalah ikan gurame yang telah berhasil dibudidayakan dan dipanen, kemudian dimanfaatkan sebagai santapan bagi para santri. Hasil tersebut menjadi bukti awal bahwa pemanfaatan kolam dan sumber daya yang tersedia di lingkungan pesantren dapat memberikan manfaat nyata bagi komunitas pesantren.

Evaluasi terhadap 29 peserta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 62,80% setelah mengikuti kegiatan. Pengetahuan mengenai bahan pakan alternatif gurame meningkat sebesar 70,6%, sedangkan pemahaman mengenai manfaat pakan alternatif bagi pertumbuhan gurame meningkat sebesar 75,8%. Sementara itu, keterampilan berdasarkan penilaian diri peserta meningkat sebesar 47,59%.

Selain aspek budidaya, kegiatan ini juga mendapatkan respons positif dari peserta. Peserta menilai kegiatan dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari serta mendukung kemandirian pangan pesantren. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta juga mengharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendampingan dan praktik yang lebih banyak.

Keberhasilan panen pertama menjadi langkah awal untuk mengembangkan kegiatan secara berkelanjutan. Tim berharap budidaya gurame dan pemanfaatan limbah organik dapat terus dilanjutkan oleh pihak pesantren sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti setelah program PkM selesai, tetapi berkembang menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan dan lingkungan pesantren yang produktif serta berkelanjutan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026.