
Tim terlibat:
- Iwan Budiarso, S.S., M.Pd.
- Efri Gresinta, M.Pd. Si.
- Siska Maya, S.E., M.M.
- Anita Nurfida, S.T., M.T.
- Isnaeni Widowati Sutoyo, S.Kom. M.Kom.
Pada tanggal 30 Juni 2026, kegiatan Entrepreneur Day diawali dengan Sosialisasi Unindra Green Campus. Dalam rangkaian kegiatan hari pertama, Ketua Unindra Green Campus, Bapak Dr. Iwan Budiarso, S.S., M.Pd, menyampaikan beberapa alasan mendasar mengapa Universitas Indraprasta PGRI perlu menerapkan budaya ramah lingkungan. Beliau menegaskan bahwa isu pemanasan global merupakan tantangan serius yang tidak dapat diabaikan. Mengacu pada Paris Climate Agreement tahun 2015, suhu bumi telah melewati ambang batas 1,5˚C dan tren peningkatan ini terus berlanjut setiap tahunnya. Kondisi tersebut kini dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari, di mana intensitas panas matahari semakin menyengat dan berdampak nyata bagi aktivitas manusia. Selain itu, beliau menyoroti fakta bahwa Indonesia menempati urutan kedua sebagai penyumbang gas metana terbesar di dunia, setelah Argentina. Salah satu lokasi terbesar penghasil gas metana berada di TPST Bantar Gebang, Jawa Barat. Dr. Iwan Budiarso mengingatkan bahwa warga Jakarta berkontribusi signifikan terhadap timbunan sampah di lokasi tersebut, dengan jumlah mencapai kurang lebih 8.000 ton per hari. Akumulasi sampah yang terus meningkat berpotensi menimbulkan bahaya serius, termasuk risiko longsor, serta menambah beban lingkungan yang semakin berat.
Melalui penjelasan tersebut, Ketua Unindra Green Campus menekankan bahwa penerapan budaya ramah lingkungan di Unindra bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Kesadaran sivitas akademika terhadap isu global dan lokal diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku, sehingga kampus mampu menjadi teladan dalam membangun budaya hijau yang berkelanjutan.
Tim Unindra Green Campus, Ibu Dr. Efri Gresinta, M.Pd.Si., Ibu Dr. Siska Maya, S.E., M.M., Ibu Anita Nurfida, S.T., M.T, dan Ibu Isnaeni Widowati Sutoyo, S.Kom., M.Kom., juga memperkenalkan konsep Green Campus kepada sivitas akademika sebagai komitmen Universitas Indraprasta PGRI dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Melalui sosialisasi tersebut, sivitas akademika memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penerapan prinsip ramah lingkungan di lingkungan kampus, baik dalam aspek penghematan energi, pengurangan penggunaan plastik, maupun pengelolaan sampah organik, seperti pembuatan biopori, teba, dan pengadaan composter bag.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan pimpinan Unindra ke booth Unindra Green Campus. Kehadiran pimpinan universitas memberikan dukungan nyata terhadap program ini sekaligus menegaskan bahwa inisiatif Unindra Green Campus merupakan bagian integral dari kebijakan institusi. Interaksi yang terjalin di booth membuka ruang diskusi mengenai strategi implementasi program serta peluang kolaborasi lintas fakultas dan unit kerja.
Sebagai penutup hari pertama, dilaksanakan quiz interaktif mengenai praktik ramah lingkungan. Kegiatan ini dirancang untuk menguji pengetahuan sivitas akademika sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan kampus. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang interaktif dapat memperkuat komitmen bersama terhadap gerakan kampus hijau.
Pada hari kedua, tanggal 1 Juli 2026, kegiatan sosialisasi Unindra Green Campus kembali dilanjutkan dengan fokus pada pendalaman praktik ramah lingkungan. Peserta diajak untuk memahami lebih jauh contoh penerapan konsep hijau dalam kehidupan kampus sehari-hari, sehingga semakin jelas bahwa gerakan ini membutuhkan konsistensi dan partisipasi aktif dari seluruh sivitas akademika.
Agenda berikutnya adalah brainstorming praktik ramah lingkungan yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Diskusi ini menghasilkan berbagai gagasan inovatif, antara lain pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital untuk mengurangi jejak karbon, serta pengembangan program daur ulang. Kegiatan brainstorming memperlihatkan bahwa ide-ide kreatif dapat lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu dan menjadi dasar bagi pengembangan program berkelanjutan.
Sebagai rangkaian penutup, dilaksanakan games pemilahan sampah yang bertujuan melatih peserta untuk lebih peka dalam mengelola limbah. Melalui pendekatan edukatif berbasis permainan, peserta diajak membiasakan diri memilah sampah sesuai kategori organik, anorganik, B3 dan residu. Aktivitas ini menegaskan bahwa perubahan budaya lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, dan Unindra Green Campus hadir sebagai wadah untuk menumbuhkan kebiasaan hijau yang berkelanjutan.



Sivitas akademika Unindra, mari bergerak dan berdampak bersama menuju Unindra Green Campus